Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘MATERI BHS. INDONESIA’ Category

RENCANA PEMBELAJARAN

Nomor 25

 

 

MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER XI (sebelas) / 2 (dua)
PROGRAM Umum
ALOKASI WAKTU 3  x  45 menit

 

 

TEMA  
STANDAR KOMPETENSI Menyampaikan laporan hasil penelitian dalam diskusi atau seminar
KOMPETENSI DASAR Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil penelitian
ASPEK PEMBELAJARAN Berbicara
INDIKATOR Mampu mengemukakan tanggapan yang mendukung hasil penelitian

Mampu menanggapi kritikan terhadap hasil penelitian

Mampu menyampaikan alasan yang mendukung kritik/penolakan

Mampu mengomentari tanggapan orang lain terhadap laporan hasil penelitian

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

Contoh laporan hasil penelitian

Kritikan para pembicara terhadap hasil penelitian

Cara menanggapi kritik terhadap hasil penelitian

Tanggapan para pembicara yang bersifat mendukung

Cara mengomentari tanggapan orang lain terhadap hasil penelitian

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

TAHAP

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PEMBUKA

(Apersepsi)

Siswa ditanya mengenai tanggapan yang bisa diberikan terhadap laporan hasil penelitian
INTI Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok : beberapa kelompok melaporkan hasil penelitian dan beberapa kelompok yang lain bertugas memberikan tanggapan

Sebuah kelompok melaporkan hasil penelitian, kelompok lain memperhatikan laporan/presentasi hasil penelitian

Siswa memberikan kritikan terhadap hasil penelitian

Siswa dari kelompok penyaji menanggapi kritik yang diterima

Siswa memberikan tanggapan yang mendukung hasil penelitian

Siswa dari kelompok penyaji mengomentari tanggapan siswa lain yang bersifat mendukung hasil penelitian

PENUTUP

(Internalisasi & persepsi)

 

Siswa diminta menjelaskan manfaat kritik terhadap hasil penelitian

Siswa diminta menjelaskan manfaat dukungan hasil penelitian

Siswa mengerjakan uji kompetensi dan menjawab kuis uji teori

METODE DAN SUMBER BELAJAR

 

 

 

 

Sumber Belajar

  v Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI Jakarta : ESIS-Erlangga halaman 145-148

Arsjad, Maidar G. Dan Mukti U.S. 1991. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga

  V Material: VCD, kaset, poster Rekaman pengajaran pemberian tanggapan hasil penelitian
Media cetak dan elektronik  
  V Website internet Hasil-hasil penelitian
  V Narasumber Peneliti, penyaji, doktor, magister, sarjana yang ada di sekolah
  Model peraga  
  V Lingkungan Tanggapan presentasi karya-karya ilmiah (hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi) di sekitar tempat tinggal siswa atau di perguruan tinggi yang dikenal siswa
 

 

Metode

  V Presentasi  
  V Diskusi Kelompok  
  V Inquari  
  V Demontrasi /Pemeragaan Model  

 

PENILAIAN

 

 

 

 

TEKNIK DAN BENTUK

  V Tes  Lisan
  V Tes Tertulis
  V Observasi Kinerja/Demontrasi
  V Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
  V Pengukuran Sikap
  v Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL
Daftar pertanyaan lisan tentang tanggapan yang bisa diberikan terhadap laporan hasil penelitian

Tugas/perintah untuk melakukan diskusi, presentasi

Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI

 

RUBRIK PENILAIAN KOMENTAR ATAS TANGGAPAN HASIL PENELITIAN

 

 

NAMA SISWA                      :

KELAS/NO. ABSEN :

TANGGAL PENILAIAN      :

KOMPETENSI DASAR       : Mengomentari tanggapan orang lain terhadap presentasi hasil             

                                             penelitian

 

 

 

ASPEK

 

 

RINCIAN

NILAI

KURANG

 

CUKUP BAIK  AMAT BAIK

D  (10)

C (15)

B (20)

A (25)

ISI KOMENTAR

Sesuai dengan tanggapan        
Kritis/mendalam/tajam
Isinya sesuai dengan penelitian
Komentar logis dan realistis
Didukung  alasan, bukti serta referensi memadai

SISTEMATIKA

KOMENTAR

Dibuka dengan  pengantar /latar belakang        
Ada   pernyataan utama di awal
Ada  gagasan penjelas / pengembang di tengah
Ada kesimpulan/penegasan    di akhir

BAHASA KOMENTATOR

Kalimat efektif dan komunikatif        
Diksi tepat, khusus, variatif, baku
Struktur kalimat  tepat dan baku
Artikulasi dan intonasi tepat

ETIKA

Menghargai pendapat orang lain        
Tidak emosional
Kata-katanya santun
Sesuai alokasi waktu

 

JUMLAH SKOR

 

       

 

 

Mengetahui,                                                                    ……………,  ……………………

Kepala Sekolah                                                                          Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

————————————–                                                       ————————————

NIP :                                                                                                  NIP :

 

RENCANA PEMBELAJARAN

Nomor 26  

 

 

MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER XI (sebelas) / 2 (dua)
PROGRAM Umum
ALOKASI WAKTU 3 x  45 menit

 

 

TEMA  
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat        dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Membedakan fakta dan opini pada editorial atau tajuk rencana dengan membaca intensif
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
INDIKATOR Mampu menemukan fakta dan opini  penulis editorial atau tajuk rencana

Mampu membedakan fakta dengan opini

Mampu mengungkapkan isi editorial atau tajuk rencana

MATERI POKOK PEMBELAJARAN

Editorial atau tajuk rencana dari surat kabar atau majalah

Pernyataan dalam editorial/tajuk rencana yang berupa fakta

Pernyataan dalam editorial/tajuk rencana yang berupa opini

Cara membedakan fakta dengan opini

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

TAHAP

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PEMBUKA

(Apersepsi)

Guru dan siswa bertanya jawab mengenai pengertian editorial/ tajuk rencana

Guru-siswa bertanya jawab mengenai pengertian fakta dan opini

INTI Siswa membaca intensif editorial atau tajuk rencana

Siswa berdiskusi untuk menemukan fakta dan opini pada editorial/ tajuk rencana

Siswa berdiskusi untuk menemukan perbedaan antara fakta dan opini pada editorial/ tajuk rencana

Siswa berdiskusi untuk merumuskan kesimpulan isi editorial/ tajuk rencana

Siswa wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas

PENUTUP

(Internalisasi & persepsi)

 

Siswa diminta menjelaskan tujuan penulisan editorial/tajuk rencana

Siswa diminta mengungkapkan manfaat yang diperolehnya dari editorial/tajuk rencana

Siswa mengerjakan uji kompetensi

Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis uji teori

 

 

 

METODE DAN SUMBER BELAJAR

 

 

 

 

Sumber Belajar

  v Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI Jakarta : ESIS-Erlangga halaman 148-153

Soedarso. 2004. Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

  v Material: VCD, kaset, poster Rekaman pengajaran membaca
  V Media cetak dan elektronik Editorial berbagai majalah dan tajuk rencana berbagai surat kabar
  Website internet  
  V Narasumber Editor majalah, pemimpin redaksi
  V Model peraga Siswa yang mempunyai pengalaman di bidang jurnalistik
  V Lingkungan Kejadian-kejadian aktual di masya rakat yang bisa ditemukan siswa
 

 

Metode

  V Presentasi  
  V Diskusi Kelompok  
  V Inquari  
  V Demontrasi /Pemeragaan Model  

 

PENILAIAN

 

 

 

 

TEKNIK DAN BENTUK

  V Tes  Lisan
  V Tes Tertulis
  V Observasi Kinerja/Demontrasi
  V Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
  V Pengukuran Sikap
  v Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL
Daftar pertanyaan tentang mengenai pengertian editorial/ tajuk rencana, pengertian fakta dan opini

Tugas/perintah untuk melakukan diskusi, presentasi

Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI

 

RUBRIK PENILAIAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI

 

 

    NAMA SISWA                  :

    KELAS/NO. ABSEN         :

    TANGGAL PENILAIAN  :

    KOMPETENSI DASAR   : Membedakan fakta dan opini pada editorial atau tajuk

                                                  rencana dengan membaca intensif

 

 

NO

UNSUR YANG DINILAI

SKOR

1

2

3

4

5

01. Kemampuan menunjukkan kata kunci pada pernyataan berupa fakta          
02. Kemampuan menunjukkan frase kunci pada pernyataan berupa fakta          
03. Kemampuan menunjukkan jenis kalimat pada pernyataan berupa fakta          
04. Kemampuan menunjukkan ciri isi pernyataan yang berupa fakta          
05. Kemampuan menunjukkan bukti pada pernyataan yang berupa fakta          
06. Kemampuan menunjukkan kata kunci pada pernyataan berupa opini          
07. Kemampuan menunjukkan frase kunci pada pernyataan berupa opini          
08. Kemampuan menunjukkan jenis kalimat pada pernyataan berupa opini          
09. Kemampuan menunjukkan ciri isi pernyataan yang berupa opini          
10. Kemampuan menunjukkan bukti pada pernyataan yang berupa opini          

JUMLAH SKOR

 

 

Mengetahui,                                                                    ……………,  ……………………

Kepala Sekolah                                                                          Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

————————————–                                                       ————————————

NIP :                                                                                                  NIP :

 

RENCANA PEMBELAJARAN

Nomor  27

 

 

MATA PELAJARAN Bahasa dan Sastra Indonesia
KELAS /SEMESTER XI (sebelas) / 2 (dua)
PROGRAM Umum
ALOKASI WAKTU 3  x  45 menit

 

 

TEMA  
STANDAR KOMPETENSI Menulis naskah  drama
KOMPETENSI DASAR Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama
ASPEK PEMBELAJARAN Menulis
INDIKATOR Mampu mendaftar pengalaman sendiri yang menarik

Mampu menentukan pengalaman sendiri yang akan dinarasikan dalam bentuk adegan drama

Mampu menentukan tema dan amanat drama

Mampu menciptakan latar yang mendukung adegan

Mampu mendeskripsikan penokohan dan alur untuk mendukung adegan

Mampu menyusun naskah/skenario drama

MATERI POKOK PEMBELAJARAN Contoh pengalaman-pengalaman hidup seseorang t

Unsur-unsur intrinsik drama

Cara menciptakan latar drama

Cara menyusun naskah/skenario drama

Contoh naskah/skenario drama

 

KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

TAHAP

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PEMBUKA

(Apersepsi)

Siswa saling mengungkapkan pengalamannya menonton pemen tasan drama/sinetron yang bersumberkan  pengalaman hidup
INTI Siswa mendaftar pengalaman sendiri yang menarik

Siswa menentukan pengalamannya  sendiri yang akan dinarasikan dalam bentuk adegan drama

Siswa menentukan tema dan amanat drama yang akan disusun

Siswa menciptakan latar dalam naskah dramanya untuk mendukung adegan drama

Siswa mendeskripsikan penokohan dan alur dalam naskah drama untuk mendukung adegan

Siswa menyusun naskah/skenario drama secara lengkap

Siswa masuk dalam kelompok kerja dan menentukan salah satu naskah drama untuk dipentaskan

Siswa berdiskusi untuk

Siswa mementaskan salah satu naskah drama yang sudah dipilih

Siswa atau kelompok lain menilai pementasan drama tersebut

PENUTUP

(Internalisasi & persepsi)

 

Siswa diminta mengungkapkan pengalamannya dalam menarasikan pengalaman hidupnya menjadi naskah drama

Siswa diminta mengungkapkan manfaat yang diperoleh dari narasi pengalaman hidupnya

Siswa mengerjakan uji kompetensi

Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis uji teori

 

METODE DAN SUMBER BELAJAR

 

 

 

 

Sumber Belajar

  v Pustaka rujukan Alex Suryanto dan Agus Haryanta. 2007. Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XI Jakarta : ESIS-Erlangga halaman 153-157

Rumadi (Ed). 1991. Kumpulan Dra ma Remaja. Jakarta : PT Grasindo

  v Material: VCD, kaset, poster Rekaman pengajaran menulis nas kah drama, rekaman pementasan drama/sinetron
  V Media cetak dan elektronik Naskah drama di majalah, pemutaran sinetron/film di TV
  V Website internet Publikasi naskah-naskah drama
  V Narasumber Penulis skenario, sutradara, aktor/ aktris drama/sinetron/film
  V Model peraga Siswa yang mempunyai pengalam an atau berprofesi sebagai aktor/ aktris, pemain drama sekolah
  V Lingkungan Pementasan drama di lingkungan sekitar siswa, pemutaran sinetron di TV atau film di bioskop
 

 

Metode

  V Presentasi  
  V Diskusi Kelompok  
  V Inquari  
  V Demontrasi /Pemeragaan Model Pemutaran rekaman drama/ sine tron/film, pementasan drama  kelas

 

PENILAIAN

 

 

 

 

TEKNIK DAN BENTUK

  V Tes  Lisan
  V Tes Tertulis
  V Observasi Kinerja/Demontrasi
  V Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio
  V Pengukuran Sikap
  v Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL
Tugas/perintah untuk mengungkapkan pengalaman, melakukan diskusi, pementasan drama

Daftar pertanyaan uji kompetensi dan kuis uji teori untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan konsep yang sudah dipelajari

RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI

 

PENILAIAN NARASI PENGALAMAN DALAM BENTUK ADEGAN DAN LATAR

PADA NASKAH DRAMA

 

 

Kompetensi Dasar     : Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar            

                                       pada naskah drama

Nama Siswa                 :

Kelas/Nomor Absen  :

Tanggal Penilaian      :

 

ASPEK YANG DINILAI

SKOR

1 2 3 4 5
1. Ketepatan pemilihan pengalaman yang dinarasikan          
2. Ketepatan pemilihan mimik          
3. Ketepatan pemilihan gerak tangan          
4. Ketepatan pemilihan cara berjalan          
5. Ketepatan pemilihan cara bertingkah laku          
6. Ketepatan pemilihan tata busana/kostum          
7. Ketepatan pemilihan latar tempat/tata panggung          
8. Ketepatan pemilihan latar waktu          
9. Ketepatan pemilihan latar suasana          
10 Ketepatan pemilihan latar kejadian pendukung          

JUMLAH SKOR

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui,                                                                 ……………,  ……………………

Kepala Sekolah                                                                          Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

————————————–                                                       ————————————

NIP :                                                                                                  NIP :

Read Full Post »

Berikut contoh resensi buku

SENYUM OBAT STRESS SEKALIGUS SEDEKAH

Senyum Obat Stress, Penulis: Amru Badran, Penerbit: Khalifa, Cetakan: pertama, 2006, Tebal: (xii + 82) hlm, Harga Rp22.000,00

Senyum adalah obat yang tiada taranya. Efek penyembuhannya sungguh luar biasa. Anda tidak perlu pergi jauh untuk mencarinya atau mengeluarkan isi kantong Anda. Sebab, obat yang satu ini selalu ada bersama Anda. Hanya dengan menggerakkan sedikit otot bibir  saja, senyum itu berkembang dengan indahnya.  Bahkan, dengan senyum ada puluhan otot penting yang bergerak dan sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik Anda.

Pada bagian pengantar buku ini (hlm. x) , penulis juga menjelaskan bahwa senyum ternyata bukan hanya obat mental dan fisik saja, namun juga memberikan manfaat untuk kehidupan akhirat. Rasulullah Shalallahu Allaihi wa Salam pernah bersabda: “Senyum (yang engkau sunggingkan)  di wajah saudaramu adalah sedekah.” Banyak tersenyum berarti banyak sedakah. Bahkan, Ahmad Amin dalam Faidh Al Khathir mengatakan “Orang selalu tersenyum tidak hanya menjadi manusia paling bahagia dalam hidup mereka tetapi mereka juga orang yang paling mampu untuk bekerja, paling mampu memikul beban tanggung jawab, dan mampu menghadapi segala kesulitan  serta dapat menciptakan hal-hal besar yang berguna untuk mereka dan orang lain.

Pada intinya, buku ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya untuk selalu tersenyum. Tidak ada manfaatnya harta melimpah ruah kalau wajah kita selalu cemberut karena jiwa kita tertekan. Buku ini enak untuk dibaca karena diselingi dengan kisah-kisah yang menggelikan. Misalnya, “Huruf (tsa) berkata kepada huruf (sin): Saya dulu seperti dirimu tetapi seseorang telah mematuk tengahku.” (hlm. 76). Cerita-cerita semacam itu sebenarnya hanya sekadar untuk memancing kita agar tersenyum.

***

Di dalam mukadimah buku ini diceritakan tentang pengalaman penulis ketika memasuki salah satu kampung Mayyitu al-‘Amil di provinsi Daqahliah Mesir. Ia menemukan wajah-wajah muram sebagai indikasi tekanan jiwa para pemuda di kampung itu.  Salah seorang mahasiswa (Dasuki, 19 thn.) di Universitas Manshurah mengutarakan  tentang tekanan jiwa yang ia rasakan. Mahasiswa itu tertekan jiwanya bukan karena memikirkan proses belajar selama kuliah tetapi karena ia terlalu berpikir tentang masa depan setelah menyelesaikan kuliahnya. Ia bersama teman-temannya berusaha keluar dari tekanan jiwa ini dengan mengonsumsi narkoba dan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke luar kota (hlm. 2).

Permasalahan yang dihadapi Dasuki dan teman-temannya itu adalah hal tidak baik yang dihadapi anak-anak remaja, termasuk anak remaja zaman sekarang. Akan tetapi tidak jarang anak remaja yang mampu mengatasi tekanan jiwa dengan ha-hal yang positif, seperti olahraga, mengikuti program seni budaya, dan sebagainya.

Dari hasil penelitian, ternyata tekanan jiwa akan meningkatkan enzim KBC. Enzim tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit, gelisah, kepribadian yang tidak stabil, lemah konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan dan sebagainya. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus tentu akan merusak jaringan otak dan pada akhirnya seseorang menjadi stress. Oleh karena itu, obati tekanan jiwa itu dengan senyum. Karena telah terbukti bahwa senyuman sangat berperan positif bagi kesehatan manusia. Bahkan, senyuman dapat mengobati penyakit kulit, gigi, dan cacar. Pada derajat tertentu, senyuman juga mampu menurunkan tensi darah (hlm. 2 dan 3).

***

Senyum adalah tanda kesehatan dan kebahagiaan. Manusia yang selalu tersenyum adalah manusia bahagia. Disadari atau tidak, orang yang selalu tersenyum berarti telah menularkan kebahagiaan kepada orang lain. Orang yang senyum kepada orang yang sakit berarti orang tersebut telah menyembuhkan sebagian dari penyakitnya. Senyum adalah obat jiwa dan pahala bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, alangkah indahnya jika seseorang melakukan pekerjaan dengan tersenyum.

Seorang psikolog Amerika pernah mengemukakan tentang hasil penelitiannya, yakni orang yang tidak pernah senyum atau tersenyum hanya dalam even-even tertentu ternyata orang-orang tersebut adalah orang yang selalu pesimis dalam hidupnya. Sebaliknya, bagi orang yang senantiasa tersenyum adalah orang yang sehat dan produktif. Jadi, senyum memang benar-benar penyebab kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup.

Rasulullah SAW juga menilai bahwa senyuman merupakan perbuatan kebaikan, sebagaimana sabdanya: “Segala kebahagiaan adalah sedekah. Sebagian dari kebaikan adalah senyuman yang engkau berikan kepada saudaramu.” Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang selalu tersenyum.  Abud Darda berkata, “Saya tidak pernah melihat atau mendengar, Rasulullah berbicara, kecuali sambil tersenyum.” Senyuman yang bermakna tentulah senyum yang ikhlas dan lahir dari lubuk hati yang paling dalam. Senyuman yang tidak tulus akan berdampak negatif bagi orang yang melihatnya (hlm. 10).

Ternyata senyum itu beraneka , berwarna, dan memiliki berbagai makna. Senyum ada yang tulus, palsu, kegagalan, munafik, dan  senyum gelisah. Senyum juga mengandung beragam warna dan makna: senyum putih (berarti tulus), kuning (berarti palsu), hitam (berarti putus asa) dan sebagainya. Senyuman yang tulus akan menggerakan otot-otot kanan dan kiri di wajah seseorang. Sementara senyuman palsu hanya menggerakkan otot di sebelah kiri wajah (hlm. 14).

Senyuman sejati yang tulus dan putih merupakan langkah yang benar dalam mengungkapkan kebahagiaan. Senyuman yang jujur akan mengangkat otot-otot yang ada di dua sisi mulut sehingga kedua pipi pun ikut terangkat. Lalu bagaimana kita mengenal senyuman palsu. Senyuman palsu terlihat pada kedua mata yang mengecil atau menyempit. Tanda kedua senyuman palsu adalah bibir atas terangkat sangat ke atas sedangkan bibir bawah mengembang tanpa gerakan (hlm. 16).

***

Di dalam buku ini dijelaskan juga berbagai pendapat tentang senyum, “Apa Kata Mereka Tentang Senyum.” Senyum bagaikan sihir karena senyum dapat menanamkan rasa optimis di dalam jiwa, menyingkirkan kegelisahan, menyusupkan kebahagiaan dan menyegarkan jiwa. Hikmah Thailand mengemukakan bahwa senyum adalah jalan pintas bagimu untuk sampai lubuk hati orang lain. Sementara itu William S. berpendapat bahwa “Lebih baik engkau menembus jalan dengan senyuman daripada engkau menembuskanya dengan pedang” (hlm. 21).

Semakin banyak pendapat tentang senyum semakin lengkap pula penjelasan tentang senyum itu sendiri.  Mungkin itu pendapat penulis buku ini. Namun, sangat disayangkan pendapat tentang senyum ini terlalu banyak mewarnai buku ini bahkan lebih dari setengah dari buku (hlm. 21- 83), sehingga agak sedikit membosankan. Akan tetapi, karena bahasanya tidak berbelit-belit dan lugas maka buku ini tetap enak untuk dibaca. Selain itu, orang yang membaca buku ini tentu akan mawas diri, misalnya: “Sudahkan saya sadari bahwa senyum itu dapat menyembuhkan stress dan sekaligus sedekah? Sudahkah hal itu saya terapkan dalam kehidupan saya? Sudah ikhlaskah saya ketika tersenyum?

Semoga senyum kita senantiasa ikhlas sehingga betul-betul bernilai sedekah atau ibadah. Senyumlah selalu agar tidak stress. Amin.

Sumber : MGMP B Indo SMK

Recent Posts :
[
/archives limit=10]

Read Full Post »

SENYUM OBAT STRESS SEKALIGUS SEDEKAH

Senyum Obat Stress, Penulis: Amru Badran, Penerbit: Khalifa, Cetakan: pertama, 2006, Tebal: (xii + 82) hlm, Harga Rp22.000,00

Senyum adalah obat yang tiada taranya. Efek penyembuhannya sungguh luar biasa. Anda tidak perlu pergi jauh untuk mencarinya atau mengeluarkan isi kantong Anda. Sebab, obat yang satu ini selalu ada bersama Anda. Hanya dengan menggerakkan sedikit otot bibir  saja, senyum itu berkembang dengan indahnya.  Bahkan, dengan senyum ada puluhan otot penting yang bergerak dan sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik Anda.

Pada bagian pengantar buku ini (hlm. x) , penulis juga menjelaskan bahwa senyum ternyata bukan hanya obat mental dan fisik saja, namun juga memberikan manfaat untuk kehidupan akhirat. Rasulullah Shalallahu Allaihi wa Salam pernah bersabda: “Senyum (yang engkau sunggingkan)  di wajah saudaramu adalah sedekah.” Banyak tersenyum berarti banyak sedakah. Bahkan, Ahmad Amin dalam Faidh Al Khathir mengatakan “Orang selalu tersenyum tidak hanya menjadi manusia paling bahagia dalam hidup mereka tetapi mereka juga orang yang paling mampu untuk bekerja, paling mampu memikul beban tanggung jawab, dan mampu menghadapi segala kesulitan  serta dapat menciptakan hal-hal besar yang berguna untuk mereka dan orang lain.

Pada intinya, buku ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya untuk selalu tersenyum. Tidak ada manfaatnya harta melimpah ruah kalau wajah kita selalu cemberut karena jiwa kita tertekan. Buku ini enak untuk dibaca karena diselingi dengan kisah-kisah yang menggelikan. Misalnya, “Huruf (tsa) berkata kepada huruf (sin): Saya dulu seperti dirimu tetapi seseorang telah mematuk tengahku.” (hlm. 76). Cerita-cerita semacam itu sebenarnya hanya sekadar untuk memancing kita agar tersenyum.

***

Di dalam mukadimah buku ini diceritakan tentang pengalaman penulis ketika memasuki salah satu kampung Mayyitu al-‘Amil di provinsi Daqahliah Mesir. Ia menemukan wajah-wajah muram sebagai indikasi tekanan jiwa para pemuda di kampung itu.  Salah seorang mahasiswa (Dasuki, 19 thn.) di Universitas Manshurah mengutarakan  tentang tekanan jiwa yang ia rasakan. Mahasiswa itu tertekan jiwanya bukan karena memikirkan proses belajar selama kuliah tetapi karena ia terlalu berpikir tentang masa depan setelah menyelesaikan kuliahnya. Ia bersama teman-temannya berusaha keluar dari tekanan jiwa ini dengan mengonsumsi narkoba dan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke luar kota (hlm. 2).

Permasalahan yang dihadapi Dasuki dan teman-temannya itu adalah hal tidak baik yang dihadapi anak-anak remaja, termasuk anak remaja zaman sekarang. Akan tetapi tidak jarang anak remaja yang mampu mengatasi tekanan jiwa dengan ha-hal yang positif, seperti olahraga, mengikuti program seni budaya, dan sebagainya.

Dari hasil penelitian, ternyata tekanan jiwa akan meningkatkan enzim KBC. Enzim tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit, gelisah, kepribadian yang tidak stabil, lemah konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan dan sebagainya. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus tentu akan merusak jaringan otak dan pada akhirnya seseorang menjadi stress. Oleh karena itu, obati tekanan jiwa itu dengan senyum. Karena telah terbukti bahwa senyuman sangat berperan positif bagi kesehatan manusia. Bahkan, senyuman dapat mengobati penyakit kulit, gigi, dan cacar. Pada derajat tertentu, senyuman juga mampu menurunkan tensi darah (hlm. 2 dan 3).

***

Senyum adalah tanda kesehatan dan kebahagiaan. Manusia yang selalu tersenyum adalah manusia bahagia. Disadari atau tidak, orang yang selalu tersenyum berarti telah menularkan kebahagiaan kepada orang lain. Orang yang senyum kepada orang yang sakit berarti orang tersebut telah menyembuhkan sebagian dari penyakitnya. Senyum adalah obat jiwa dan pahala bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, alangkah indahnya jika seseorang melakukan pekerjaan dengan tersenyum.

Seorang psikolog Amerika pernah mengemukakan tentang hasil penelitiannya, yakni orang yang tidak pernah senyum atau tersenyum hanya dalam even-even tertentu ternyata orang-orang tersebut adalah orang yang selalu pesimis dalam hidupnya. Sebaliknya, bagi orang yang senantiasa tersenyum adalah orang yang sehat dan produktif. Jadi, senyum memang benar-benar penyebab kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup.

Rasulullah SAW juga menilai bahwa senyuman merupakan perbuatan kebaikan, sebagaimana sabdanya: “Segala kebahagiaan adalah sedekah. Sebagian dari kebaikan adalah senyuman yang engkau berikan kepada saudaramu.” Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang selalu tersenyum.  Abud Darda berkata, “Saya tidak pernah melihat atau mendengar, Rasulullah berbicara, kecuali sambil tersenyum.” Senyuman yang bermakna tentulah senyum yang ikhlas dan lahir dari lubuk hati yang paling dalam. Senyuman yang tidak tulus akan berdampak negatif bagi orang yang melihatnya (hlm. 10).

Ternyata senyum itu beraneka , berwarna, dan memiliki berbagai makna. Senyum ada yang tulus, palsu, kegagalan, munafik, dan  senyum gelisah. Senyum juga mengandung beragam warna dan makna: senyum putih (berarti tulus), kuning (berarti palsu), hitam (berarti putus asa) dan sebagainya. Senyuman yang tulus akan menggerakan otot-otot kanan dan kiri di wajah seseorang. Sementara senyuman palsu hanya menggerakkan otot di sebelah kiri wajah (hlm. 14).

Senyuman sejati yang tulus dan putih merupakan langkah yang benar dalam mengungkapkan kebahagiaan. Senyuman yang jujur akan mengangkat otot-otot yang ada di dua sisi mulut sehingga kedua pipi pun ikut terangkat. Lalu bagaimana kita mengenal senyuman palsu. Senyuman palsu terlihat pada kedua mata yang mengecil atau menyempit. Tanda kedua senyuman palsu adalah bibir atas terangkat sangat ke atas sedangkan bibir bawah mengembang tanpa gerakan (hlm. 16).

***

Di dalam buku ini dijelaskan juga berbagai pendapat tentang senyum, “Apa Kata Mereka Tentang Senyum.” Senyum bagaikan sihir karena senyum dapat menanamkan rasa optimis di dalam jiwa, menyingkirkan kegelisahan, menyusupkan kebahagiaan dan menyegarkan jiwa. Hikmah Thailand mengemukakan bahwa senyum adalah jalan pintas bagimu untuk sampai lubuk hati orang lain. Sementara itu William S. berpendapat bahwa “Lebih baik engkau menembus jalan dengan senyuman daripada engkau menembuskanya dengan pedang” (hlm. 21).

Semakin banyak pendapat tentang senyum semakin lengkap pula penjelasan tentang senyum itu sendiri.  Mungkin itu pendapat penulis buku ini. Namun, sangat disayangkan pendapat tentang senyum ini terlalu banyak mewarnai buku ini bahkan lebih dari setengah dari buku (hlm. 21- 83), sehingga agak sedikit membosankan. Akan tetapi, karena bahasanya tidak berbelit-belit dan lugas maka buku ini tetap enak untuk dibaca. Selain itu, orang yang membaca buku ini tentu akan mawas diri, misalnya: “Sudahkan saya sadari bahwa senyum itu dapat menyembuhkan stress dan sekaligus sedekah? Sudahkah hal itu saya terapkan dalam kehidupan saya? Sudah ikhlaskah saya ketika tersenyum?

Semoga senyum kita senantiasa ikhlas sehingga betul-betul bernilai sedekah atau ibadah. Senyumlah selalu agar tidak stress. Amin.

Sumber : http://musyarofah.wordpress.com/

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.